Tayangan Konser di Bioskop Sumbang 10% ke Pendapatan CGV Indonesia (BLTZ)

Penayangan konser di bioskop sumbang 10% pendapatan CGV Indonesia, didorong oleh loyalitas fans dan harga tiket lebih tinggi dari tiket biasa.

Penonton menikmati film pada pembukaan Jakarta Film Week 2025 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) atau CJ CGV Cinemas menyebut konten alternatif seperti penayangan konser maupun pertandingan sepak bola di layar lebar mampu berkontribusi signifikan menggenjot top line perseroan di tengah tantangan daya beli penonton. Chief Marketing Officer CGV Indonesia Kim Sun-cheol mengatakan konten alternatif seperti penayangan konser hingga pertandingan sepak bola menjadi salah satu penarik kunjungan ke bioskop. Dia menyebut, loyalitas fans untuk menonton idolanya menjadi salah satu faktor penjualan tiket untuk konten alternatif ini laris manis. “Harga tiket untuk konten alternatif lebih mahal dari harga tiket biasa. Misalnya, harga tiket konser Seventeen sekitar Rp350.000 itu kan lebih dari enam kali lipat harga tiket normal. Tapi, okupansinya justru lebih tinggi dari biasanya,” ujar Kim dalam workshop bertajuk Frames of Influence: Understanding the Korean Wave in Indonesia’s Film Landscape, Selasa (2/12/2025). Adapun, workshop bersama jurnalis ini merupakan bagian dari “Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea” yang merupakan kerja sama Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). 

Terlebih, dengan demografi penduduk Indonesia yang saat ini didominasi oleh “generasi MZ” yang lahir pada periode awal 1980 dan awal 2000 dan porsi kelas menengah yang besar, kebutuhan hiburan seperti menonton bioskop juga akan meningkat.

Baru-baru ini, Kim menyebut budaya “fandom” di tengah-tengah populasi muda turut mengemuka di Indonesia. Untuk mengambil kesempatan, CGV Indonesia pun menambahkan aktivitas hiburan di lokasi bioskopnya. Salah satunya aktivitas karaoke bersama yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia penyuka lagu-lagu pop Korea Selatan. Selain itu, untuk menambah pengalaman menonton layar lebar, CGV Cinemas juga menyediakan ScreenX yaitu layar bioskop 270 derajat. Berbeda dengan layar bioskop tradisional yang hanya ada di depan mata penonton, layar ScreenX memanjang hingga ke sisi kiri dan kanan penonton yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih imersif. “Jadi, dengan konten alternatif itu, kontribusinya bisa lebih dari 10% terhadap pendapatan kami. Jadi, kami mempertimbangkan untuk menambah lebih banyak lagi konten-konten alternatif untuk tahun depan [2026],” imbuh Kim. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, CGV Cinemas mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 3,16% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp922,25 miliar. Adapun, pendapatan bioskop masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan dengan kenaikan 1,63% yoy menjadi Rp575,57 miliar dari sebelumnya Rp566,32 miliar. Selanjutnya pendapatan dari makanan dan minuman naik 5,12% yoy menjadi Rp293,88 miliar dan pendapatan acara-acara iklan naik 5,12% yoy menjadi Rp53 miliar. Sementara itu, beban pokok pendapatan ikut meningkat sebesar 1,44% yoy menjadi Rp516,43 miliar dari sebelumnya Rp509,06 miliar. Alhasil, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mampu dikerek hingga 149,82% yoy menjadi Rp28,73 miliar dari sebelumnya Rp11,5 miliar. Dari sisi neraca aset, total aset perseroan mencapai Rp1,84 triliun atau naik 0,08% sejak awal tahun (year-to-date/ytd). Perinciannya, liabilitas berkurang 1,86% ytd menjadi Rp1,43 triliun dan ekuitas bertambah 7,41% ytd menjadi Rp416,38 miliar.

Source: https://market.bisnis.com/read/20251203/192/1933893/tayangan-konser-di-bioskop-sumbang-10-ke-pendapatan-cgv-indonesia-bltz