BKPM: Pertumbuhan berkelanjutan penting capai ekonomi 8 persen

Deputi Menteri Kerja Sama Penanaman Modal, BKPM, Tirta Nugraha Mursitama dalam lokakarya wartawan di Jakarta, Senin (13/10/2025). (ANTARA/Kuntum Riswan.)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan ekonomi negara dan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Menteri Kerja Sama Penanaman Modal, BKPM, Tirta Nugraha Mursitama saat menjadi pembicara dalam The Indonesian Next Generation Journalist Network yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation di Jakarta, Senin.

“Untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, Indonesia tidak hanya perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, tetapi juga harus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Tirta.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, katanya, harus berfokus pada peningkatan produktivitas melalui hilirisasi dan harus bersifat inklusif.

Tirta pun mencontohkan Korea Selatan sebagai mitra strategis dan sangat penting bagi Indonesia, baik dari segi kerja sama bilateral maupun peranan global.

Korea Selatan berada pada posisi nomor tujuh sebagai kontributor terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia selama periode 2020-2024. Total investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai 11,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp185 triliun selama periode 2020-2024.

BKPM mencatat salah satu proyek utama investor Korea Selatan di Indonesia, berfokus pada hilirisasi yakni proyek ekosistem baterai kendaraan listrik. Selain itu, terdapat investasi di sektor kelistrikan, gas dan air; mesin, elektronik, dan peralatan listrik: hingga industri logam dasar.

Kendati demikian, Tirta menegaskan bahwa dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo, yang terpenting bukan jumlah investasi, namun sektor yang menjadi tujuan investasi asing.

“Korea berinvestasi di sektor listrik, gas, air, otomotif, mesin, dan elektronik. Mereka fokus pada sektor yang tidak tidur, artinya mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, kompetensi, serta sumber daya manusia untuk Indonesia dan mentransformasikannya ke mitra lokal, BUMN, serta masyarakat lokal,” jelasnya.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-7452133798636650&output=html&h=280&slotname=2135828508&adk=772114038&adf=1159631081&pi=t.ma~as.2135828508&w=730&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1767877992&rafmt=1&format=730×280&url=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5171205%2Fbkpm-pertumbuhan-berkelanjutan-penting-capai-ekonomi-8-persen%3Fpage%3D2&fwr=0&fwrattr=true&rpe=1&resp_fmts=3&aieuf=1&aicrs=1&uach=WyJtYWNPUyIsIjI2LjIuMCIsImFybSIsIiIsIjE0My4wLjc0OTkuMTkyIixudWxsLDAsbnVsbCwiNjQiLFtbIkdvb2dsZSBDaHJvbWUiLCIxNDMuMC43NDk5LjE5MiJdLFsiQ2hyb21pdW0iLCIxNDMuMC43NDk5LjE5MiJdLFsiTm90IEEoQnJhbmQiLCIyNC4wLjAuMCJdXSwwXQ..&abgtt=6&dt=1767877992307&bpp=1&bdt=140&idt=62&shv=r20260105&mjsv=m202512100101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3De4ea2677add40d43%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DALNI_MbxJPW8__Jfgayck43kxm4XzuNJBw&gpic=UID%3D000011c9a0bf5f06%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DALNI_MbD-D_piMv26V8awE8cd_Xi4nJOJA&eo_id_str=ID%3Db6200034ef3895e2%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DAA-AfjZfXGMPhWgfx5lBt3D116yQ&prev_fmts=0x0&nras=1&correlator=2239911238218&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=2&u_h=900&u_w=1440&u_ah=805&u_aw=1440&u_cd=30&u_sd=2&dmc=8&adx=165&ady=1068&biw=1440&bih=717&scr_x=0&scr_y=0&eid=31096103%2C95376583%2C95380024%2C42533294%2C95344791%2C95379031&oid=2&pvsid=5790164057968599&tmod=1743520608&uas=1&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5171205%2Fbkpm-pertumbuhan-berkelanjutan-penting-capai-ekonomi-8-persen&fc=1920&brdim=0%2C30%2C0%2C30%2C1440%2C30%2C1440%2C804%2C1440%2C717&vis=1&rsz=o%7C%7CpeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=128&bc=31&bz=1&ifi=2&uci=a!2&btvi=1&fsb=1&dtd=65

“Saya pikir ini adalah kunci yang mungkin tidak banyak diketahui atau kurang dihargai oleh masyarakat umum. Mereka sering hanya membahas angka, tapi mari kita bicarakan kualitas investasi dan lapangan kerja yang tercipta dari investasi tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tirta menyampaikan dukungan Indonesia terhadap Keketuaan Korea Selatan pada Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 yang mendorong “diplomasi jembatan” yang menempatkan Korea sebagai penghubung antara kekuatan besar dan menengah.

Strategi pertumbuhan Indonesia yang dipimpin investasi, sambungnya, juga selaras dengan agenda ekonomi berkelanjutan, inklusif, dan digital APEC.

“Kedua ekonomi ini adalah kekuatan menegah dengan kepentingan bersama dalam menjaga tatanan ekonomi global yang stabil dan berbasis aturan,” kata Tirta.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 akan berlangsung pada 31 Oktober-1 November 2025 di Gyeongju, Korea Selatan. Forum ini akan menjadi pertemuan tahunan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik yang akan mempertemukan pemimpin dari 21 anggota.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-7452133798636650&output=html&h=280&slotname=2135828508&adk=772114038&adf=906596420&pi=t.ma~as.2135828508&w=730&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1767877992&rafmt=1&format=730×280&url=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5171205%2Fbkpm-pertumbuhan-berkelanjutan-penting-capai-ekonomi-8-persen%3Fpage%3D2&fwr=0&fwrattr=true&rpe=1&resp_fmts=3&aieuf=1&aicrs=1&uach=WyJtYWNPUyIsIjI2LjIuMCIsImFybSIsIiIsIjE0My4wLjc0OTkuMTkyIixudWxsLDAsbnVsbCwiNjQiLFtbIkdvb2dsZSBDaHJvbWUiLCIxNDMuMC43NDk5LjE5MiJdLFsiQ2hyb21pdW0iLCIxNDMuMC43NDk5LjE5MiJdLFsiTm90IEEoQnJhbmQiLCIyNC4wLjAuMCJdXSwwXQ..&abgtt=6&dt=1767877992307&bpp=1&bdt=140&idt=76&shv=r20260105&mjsv=m202512100101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3De4ea2677add40d43%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DALNI_MbxJPW8__Jfgayck43kxm4XzuNJBw&gpic=UID%3D000011c9a0bf5f06%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DALNI_MbD-D_piMv26V8awE8cd_Xi4nJOJA&eo_id_str=ID%3Db6200034ef3895e2%3AT%3D1765625332%3ART%3D1767877940%3AS%3DAA-AfjZfXGMPhWgfx5lBt3D116yQ&prev_fmts=0x0%2C730x280&nras=1&correlator=2239911238218&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=2&u_h=900&u_w=1440&u_ah=805&u_aw=1440&u_cd=30&u_sd=2&dmc=8&adx=165&ady=1964&biw=1440&bih=717&scr_x=0&scr_y=0&eid=31096103%2C95376583%2C95380024%2C42533294%2C95344791%2C95379031&oid=2&pvsid=5790164057968599&tmod=1743520608&uas=1&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fwww.antaranews.com%2Fberita%2F5171205%2Fbkpm-pertumbuhan-berkelanjutan-penting-capai-ekonomi-8-persen&fc=1920&brdim=0%2C30%2C0%2C30%2C1440%2C30%2C1440%2C804%2C1440%2C717&vis=1&rsz=o%7C%7CpeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=128&bc=31&bz=1&ifi=3&uci=a!3&btvi=2&fsb=1&dtd=79

Adapun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2028-2029, BKPM mencatat diperlukannya investasi sebesar 13.032,8 triliun pada 2025–2029 dengan rata-rata pertumbuhan investasi sebesar 15,67 persen per tahun.

Source: https://www.antaranews.com/berita/5171205/bkpm-pertumbuhan-berkelanjutan-penting-capai-ekonomi-8-persen