Korea Selatan berminat bergabung dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dan mendukung transisi energi.

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asal Korea Selatan disebut berminat untuk menjajaki proyek waste-to-energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia. Hal itu dalam rangka mempererat hubungan bilateral antara negara berkekuatan menengah dalam menjawab tantangan proteksionisme dari negara maju. Hal itu disampaikan oleh Kim Chanwoo, Menteri Penasihat Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia, dalam seminar bertajuk “APEC at the Crossroads: Building Bridges for Regional Growth” yang merupakan rangkaian dari The Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea, kerja sama antara Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Kim mengungkapkan Korea Selatan tentunya berminat untuk bergabung dalam proyek energi hijau tersebut. Adapun, dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan telah menunjukkan komitmen untuk mendukung transisi energi salah satunya pengembangan baterai kendaraan listrik. “Tentunya kami tertarik [untuk bergabung ke proyek WTE]. Pada saat bersamaan, perusahaan Korea Selatan juga berminat untuk kredit transfer karbon,” kata Kim, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM Tirta Nugraha Mursitama mengungkapkan sudah banyak minat yang disampaikan oleh perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri untuk bergabung ke proyek WTE. “Pertengahan pekan ini akan ada pernyataan minat dari beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dan berinvestasi dalam proyek Waste-to-Energy (WTE). Sudah ada yang menyatakan berminat, dari dalam maupun luar negeri,” ujar Tirta. Adapun, proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) ini akan didukung oleh Danantara yang berperan dalam pemilihan mitra teknologi yang tepat sekaligus menyiapkan skema investasi untuk mewujudkan proyek strategis tersebut. Selanjutnya, energi listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh PT PLN (Persero). Kebutuhan investasi untuk PSEL sendiri tidak hanya bersumber dari Danantara, namun juga membuka peluang keterlibatan swasta ataupun BUMD. Proses pemilihan mitra juga dilakukan secara terbuka melalui tender. Terbaru, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjelaskan bahwa tender tersebut akan dibuka di 10 wilayah dari total 33 daerah yang ditargetkan pemerintah. “Sepuluh kota pertama akan diprioritaskan berdasarkan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, antara lain Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar,” kata Rosan dalam pembukaan Indonesia International Sustainability (ISS) Forum 2025, di Jakarta International Convention Center (JCC), Jumat (10/10/2025). Rosan bilang, saat ini terdapat 192 perusahaan yang telah menyatakan minat. Ratusan perusahaan tersebut termasuk dari dalam dan luar negeri, serta perusahaan terbuka maupun tertutup. “Program ini akan diluncurkan pada awal November, dengan proses tender yang terbuka dan transparan,” ujarnya.